Situasi Kemiskinan di Indonesia yang Patut Diberi Perhatian

Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar ketiga yang masyarakatnya tersebar luas di ribuan pulau yang ada di Samudera Hindia. Posisi geografis negara yang unik serta sejarah penuh lika-liku membuat usaha mengurangi angka kemiskinan menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Hampir 40% masyarakat Indonesia hidup pas-pasan dan tepat berada di atas garis kemiskinan. Rumah tangga yang “nyaris miskin” sangat rentan ketika menghadapi masa-masa sulit seperti harga pangan yang melonjak tiba-tiba, lingkungan yang kurang sehat, dsb yang dapat mengantarkan mereka benar-benar memasuki garis kemiskinan.

Tingginya tingkat malnutrisi balita, kematian anak di bawah umur, minimnya akses pendidikan yang layak, air dan sanitasi bersih, dsb merupakan permasalahan yang melekat di dalam masyarakat miskin.

Tiga dari lima orang Indonesia yang tinggal di pedesaan dengan bertani sebagai sumber pemasukan utama mereka. 13,8% dari masyarakat desa dan 8,2% dari populasi masyarakat perkotaan digolongkan sebagai rakyat miskin di 2014. Rumah tangga yang bertani serabutan biasanya dua kali lebih miskin dibandingkan yang bekerja di sektor lainnya. Dan orang termiskin yang ditemukan di pedesaan biasanya berprofesi sebagai buruh tani yang menggarap lahan milik orang lain atau lahan yang sangat kecil dan kurang menguntungkan.

Grup etnis minoritas dan perempuan juga biasanya tertimpa kemiskinan. Indonesia terdiri dari sekitar 300 etnik yang berkomunikasi dengan bahasa yang berbeda-beda yang mayoritas mereka tinggal di pulau pulau besar. Masyarakat seperti inilah yang sering kali tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan ekonomi mainstream. Mereka juga berpotensi mengalami keterbatasan pada akses terhadap pendidikan, rendahnya tingkat kesehatan, serta tidak adanya atau minimnya pelayanan sosial dan fasilitas umum.

Kaum wanita juga cenderung memiliki akses yang rendah terhadap pendidikan, berpenghasilan lebih rendah daripada laki-laki, serta mendapatkan diskriminasi dan pengecualian dalam setiap proses pengambilan keputusan, baik di keluarga maupun masyarakat. Pada akhirnya keluarga yang terpaksa harus dipimpin oleh seorang wanita pada umumnya merupakan keluarga yang paling miskin dan rentan. Yang juga terkena dampak adalah mereka yang terusir dari tanah mereka karena kerusuhan serta kehilangan alat-alat pertanian dan peralatan memancing.

Menurut data BPS, jumlah total orang yang tergolong dalam masyarakat miskin sekitar 28,2 juta, meningkat sebanyak 2,8% di periode yang sama.

Provinsi-provinsi utama di Sumatera misalnya, semakin memburuk tingkat kemiskinannya. Sumatera Utara, Riau, dan Jambi terdaftar dengan peningkatan dua kali lipat pada jumlah rakyat miskin mereka. Komoditas utama provinsi-provinsi tersebut mengalami penurunan harga, kebakaran hutan, dan bencana kabut asap yang melanda selama beberapa bulan di tahun 2015.

Pemerintah memiliki peran penting dalam mengurangi tingkat kemiskinan dengan cara penentuan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama, yakni di bidang kesehatan dan pendidikan, sehingga masyarakat miskin lebih mudah mengakses air dan sanitasi yang lebih baik.

Akan tetapi, sejauh ini kepemimpinan yang ada belum berhasil mengurangi angka kemiskinan yang oleh karena itulah menjadi latar belakang bagi LSM dan organisasi kemanusiaan untuk turut berpartisipasi. Mereka memiliki potensi untuk membawa perubahan besar melalui uluran tangan para donatur yang bermurah hati.

Yayasan us-Sunnah dengan bantuan para donatur dan sukarelawan telah melibatkan diri dalam bantuan langsung dan program-program amal terutama di area Tangerang, Jakarta. Dengan peran para donatur, kami menyediakan suplai makanan bulanan untuk membantu ratusan keluarga miskin yang berhak menerima yang terdiri dari anak yatim dan janda. Kami juga berusaha untuk membangun pusat dakwah dan amal dan wakaf yang akan menghasilkan solusi jangka panjang dalam menghadapi krisis kemiskinan di sebuah bagian penting dari Jabodetabek ini.

Penyebab Meningkatnya Kemiskinan di Indonesia

=
1. Mayoritas provinsi kekurangan SDM ahli dan tekad untuk mengetaskan kemiskinan, tren umumnya yang terjadi justru peningkatan kemiskinan.

2. Pertumbuhan ekonomi yang lamban di Indonesia yang memberi sumbangsih besar terhadap meningkatnya kemiskinan. Oleh karenanya, banyak perusahaan memangkas (PHK) tenaga kerjanya, kegiatan ekonomi menyusut, dan banyak orang kehilangan pekerjaannya. Antara rentang September 2014 dan September 2015, sekitar 1,1 juta penduduk jatuh di bawah garis kemiskinan.

3. Sementara upah riil pekerja konstruksi stagnan TA 2015-2016, upah riil pekerja pertanian menyusut sebesar 2 persen. Karena sebagian besar pekerja pertanian miskin, maka penurunan upah riil mereka berdampak signifikan terhadap peningkatan angka kemiskinan.

4. Di Indonesia, kunci untuk melindungi masyarakat miskin dan menjaga angka kemiskinan tetap rendah adalah dengan menstabilkan harga beras. Akan tetapi pemerintahan belum berhasil mewujudkan hal tersebut. Terjadi kenaikan harga beras yang tajam. Mengingat beras merupakan sumber makanan pokok bagi jutaan orang, kenaikan yang kecil dalam harga beras mengakibatkan kenaikan signifikan dalam angka kemiskinan. Hal ini dikarenakan pendapatan orang miskin kebanyakan digunakan untuk membeli beras, sedangkan tahun lalu kenaikan harga beras tidaklah sedikit. Menurut BPS, harga beras berkualitas rendah yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan rendah telah meningkat sebesar 9,5 persen antara Desember 2015 dan Desember 2016. Masyarakat miskin, terutama pekerja sektor pertanian sangat terpukul oleh kenaikan harga beras karena hal tersebut terjadi ketika upah mereka turun sebesar 2 persen.

5. Diperkirakan 7,9 juta nelayan Indonesia terikat dengan industri perikanan skala kecil dan mencapai 92% dari keseluruhan produksi perikanan. Akan tetapi mereka menghadapi perjuangan yang lebih untuk bisa mendapatkan hasil yang baik dikarenakan sulitnya mengakses pasar dan –di beberapa daerah- kadang terjadi penurunan hasil tangkapan. Terbatasnya akses terhadap permodalan dan peralatan serta meningkatnya biaya operasional adalah di antara permasalahan tambahan yang dialami masyarakat nelayan.

6. Dengan tanah suburnya yang luas dan berlimpah, Indonesia menawarkan banyak kesempatan bagi para produsen kecil. Akan tetapi, jutaan petani kecil, buruh tani, dan nelayan tidak mampu memanfaatkan sumber daya tersebut, baik secara material maupun finansial. Mereka terisolasi secara geografis dan kesulitan mengakses layanan penyuluhan pertanian, pasar, dan jasa jasa keuangan yang merupakan alasan lain terciptanya perangkap kemiskinan yang mereka terjebak di dalamnya.

Berikut adalah fakta-fakta singkat terkait tingkat kemiskinan yang tinggi di Indonesia:

1. Kemiskinan di Indonesia adalah masalah yang meluas beberapa tahun belakangan. Angka statistik menunjukkan tren yang meningkat.

2. Karena alam pedesaan padat di Jawa, Bali, Lombok, dan beberapa bagian di Sumatera, kemiskinan dapat diklasifikasikan menjadi kemiskinan pedesaan dan perkotaan yang membuat upaya-upaya penurunan tingkat kemiskinan baik oleh pemerintah maupun LSM-LSM Internasional menjadi sebuah tantangan tersendiri. Selain itu, karena geografi Indonesia, bencana alam menjadi ancaman yang lebih menguras biaya ketimbang di negara lainnya, dan ini memengaruhi rakyat kecil secara kurang proporsional.

3. Indonesia memiliki populasi penduduk “nyaris miskin” yang sangat tinggi yang terancam jatuh miskin ketika ekonomi melemah.

Bergabunglah bersama Yayasan us-Sunnah (us-Sunnah Foundation) dan bantu kami untuk mengakhiri siklus kemiskinan dengan berdonasi secara sukarela dan rutin. Anda dapat berdonasi melalui situs web kami untuk program kami mana pun yang Anda suka. Kami memiliki kebijakan donasi 100% yang berarti setiap Rupiah benar-benar diperuntukkan pada amal dan kebaikan tanpa ada pengurangan sedikit pun. Program-program kemanusiaan ini memenuhi syarat sebagai zakat.

 

http://povertydata.worldbank.org/poverty/country/IDN

https://www.indonesia-investments.com/finance/macroeconomic-indicators/poverty/item301?

http://www.thejakartapost.com/news/2016/02/01/behind-rise-poverty-indonesia.html

—Tim us-Sunnah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *